NENEK IGO, PENJAGA ALAM TOMPOTIKA

Penulis: Eli Indrawati, 01 September 2022
image
Foto bersama nenek Igo

Tompotika merupakan Gunung tertinggi yang berada di kabupaten Banggai Sulawesi Tenggara, letaknya yang berada di paling pojok atau yang biasa di sebut dengan kepala burung. Berada di tengah-tengah sehingga menjadikannya di kelilingi oleh desa-desa dari beberapa kecamatan di kabupaten Banggai. Di awal pembagian daerah penempatan dan desa-desa inventarisasi untuk LTSHE hibah tahun 2018 ketika mensearch kecamatan Bualemo di google yang akan muncul pertama kali adalah gunung Tompotika.

Sekitar tahun 1950-an, saat dirinya masih kecil terpaksa harus dibawa mengungsi oleh orangtuanya ke gunung Tompotika karena takut adanya penangkapan terhadap pengikut DI-TII di kec. Bualemo. Di usia nya kini, nenek Igo masih tetap memilih tinggal di pondok yang berada di tepian hutan gunung Tompotika din jalan baru dengan bercocok tanam dan berburu serta sesekali turun ke Binsil atau desa Sampaka untuk memenuhi kebutuhan hidup atau hanya sekedar bersilaturahmi.

Bertemu dan melihat langsung nenek Igo adalah salah satu reward selama penempatan PE ini. Cerita kerenya adalah yang pertama kali muncul Ketika Patriot search desa penempatan baik di googel maupun di youtube untuk mengetahui desa penempatan.

Hidup di lebatnya hutan gunung Tompotika sekitar 50 tahun lebih membuatnya terkenal sebagai nenek strong dengan kekuatan hebat yang beda dengan manusia lainnya “sang penjaga Gunung Tompotika” adalah julukan yang diberikan kepada nenek Igo oleh masyarakat Kab. Banggai. 

Beliau ini tinggal di dalam hutan Gunung Tompotika, sendirian tampak sanak keluarga ataupun orang yang menemani. Tidak semua orang bisa melihat dan bertemu dengan nenek Igo, Nenek Igo kira-kira berusia 70-an lebih tetapi kekuatan fisik nya mampu mengalahkan anak muda. Lembaga seperti ALTO (Aliansi Konservasi Tompotika) Lembaga pengiat lingkungan dan hewan-hewan endemik khas Sulawesi seperti burung Maleo ini juga ikut memperhatikan keberadaan nenek Igo.

kerap berhadapan langsung dengan perambah dan perusak hutan sehingga berkembanglah cerita kesaktian dan kemampuan nenek Igo tidak mampu ditandingi oleh manusia biasa.