Hal yang Wajib Kalian Tahu Untuk Menjadi Patriot Energi

05 July 2021
image
Pendaftaran Patriot Energi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali membuka kesempatan bagi pemuda-pemudi terbaik bangsa dari seluruh penjuru Indonesia untuk menjadi Patriot Energi. Program ini difokuskan pada upaya peningkatan rasio elektrifikasi desa melalui penyediaan akses listrik di daerah 4T (Terdepan, Terluar, Tertinggal dan wilayah Transmigrasi), yang berbasis energi terbarukan.

Setelah melalui proses pelatihan, sebanyak 100 orang pemuda-pemudi terpilih  akan ditugaskan di daerah 4T, untuk mengabdi sebagai fasilitator pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di desa-desa yang masih belum berlistrik selama satu tahun, serta sebagai surveyor potensi energi terbarukan dan asesor pembangkit energi terbarukan. 

Pada kegiatan Launching Patriot Energi oleh Menteri ESDM, yang dilaksanakan secara virtual Jumat lalu (18/6), Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Direktorat Jenderal EBTKE, Chrisnawan Anditya menyampaikan ruang lingkup aktivitas Patriot Energi, seperti survei potensi EBT di desa belum berlistrik/berlistrik non PLN, pengawasan proyek APBN, pendampingan kelembagaan PLT EBT, dan membantu Berita Acara Serah Terima (BAST) aset. 

"Program ini terbuka bagi badan usaha swasta atau BUMN untuk bekerja sama dengan Patriot Energi yang sudah dididik dalam pengembangan (bisnis) EBT yang tengah dijalankan," urai Crisnawan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) Tri Mumpuni sebagai lembaga pelaksana  menjelaskan persyaratan yang harus dipenuhi bagi yang ingin bergabung dalam program Patriot Energi, yaitu maksimal usia 35 tahun, sarjana/setara dengan mengutamakan sarjana teknik, sehat jasmani dan rohani, memiliki pengalaman pemberdayaan/kerelawanan minimal satu tahun. Selain itu, memiliki pribadi yang berjiawa sosial, aktif, cerdas dan bersemangat, mempunyai motivasi mensejahterakan masyarakat, bersedia mengikuti semua rangkaian pelatihan dan penugasan selama 12 bulan dan bersedia tidak menikah selama pelatihan dan penugasan. 

Pada tahapan rekrutmen, calon peserta Patriot Energi harus menjalani seleksi administrasi secara online dengan mengunggah esai maksimal 500 kata, seleksi kompetensi dan wawancara, serta medical check up. "Karena ini tugasnya berat, kita ingin mendapatkan peserta sehat jasmani dan rohani," tegas Tri. 

Rekrutmen, pendidikan dan pelatihan calon personil Patriot Energi, sambung Tri, akan dibekali 4 (empat) kompetensi dasar, yaitu kompetensi kejuangan, kompetensi keikhlasan, kompetensi keteknisan, dan kompetensi pembangunan berbasis masyarakat. "Kompetensi keteknisan ini akan bekerja sama dengan PPSDM KEBTKE," jelas Tri. 

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan EBTKE (PPSDM KEBTKE) Laode Sulaeman, dalam sesi diskusi menyampaikan rancangan pelatihan Patriot Energi tahun 2021 dikhususkan pada pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Materi yang akan didapatkan oleh calon personil Patriot Energi adalah regulasi ketenagalistrikan dan EBT, pengantar EBT, komponen PLTS dan PLTMH, tinjauan lokasi, aspek kelayakan, rancangan sistem, pengoperasian, pemeliharaan, identifikasi dan penanganan gangguan, praktik pengoperasian dan pemeliharaan, proposal pembangunan, dan evaluasi. "Durasi waktu pelatihan selama 10 hari atau setara 100 jam pelajaran (JP)," pungkas Laode.

Informasi lengkap terkait pelaksanaan Program Patriot Energi, sebagai berikut:

Waktu dan Persyaratan Pendaftaran: 

Pendaftaran Program Patriot Energi dimulai pada tanggal 21 Juni 2021 hingga 20 Juli 2021, dengan persyaratan sebagai berikut:

1. Warga Negara Indonesia (WNI)

2. Berusia maksimal 35 tahun pada 20 Juli 2021

3. Pendidikan minimal D4/S1 (teknik diutamakan)

4. Belum menikah