TERORIS KO?

Penulis: Rahmat S, 30 October 2022
image
Perjalanan Ke Pulau Salura

TERORIS KO?

ADA JUAL APA MAS?

PENGAMAT KO?

Bulan september yang lalu, saya menyusuri jalur selatan Kabupaten Sumba Timur dengan maksud mengunjungi Pulau Salura yang merupakan pulau terluar Sumba Timur. Ada dua rute yang dapat dilalui, pertama menuju Tanarara kemudian lanjut ke Ngongi Via Padanjara. Kemudian rute kedua menuju daerah Waejelu kemudian lanjut ke Ngongi. Saya sendiri memilih rute kedua, walaupun durasi perjalanan lebih lama dengan kondisi jalan yang cukup rusak. Akan tetapi sepanjang jalan kita akan disuguhkan pemandangan alam yang luar biasa.

Jaringan telekomunikasi dibeberapa daerah yang dilalui juga kurang mendukung. Olehnya itu saya harus singgah beberapa kali di kios dan rumah warga untuk sekedar bertanya mengenai jalur yang akan dilewati. Untungnya warga dengan senang hati membantu sambil bertanya “Mas..dari mana? Ada jual apa? “. Pertanyaan yang sama juga saya dapatkan setiap singgah bertanya, namun saya hanya jawab “ Ah.. tidak bapa, mau pergi pesiar saja “. Mungkin karena Jok Motor yang penuh dengan perlengkapan camping jadi dikiranya mau jualan.

Ada cerita menarik lain dalam perjalanan kali ini. Jadi setibanya di Ngongi tepatnya Pantai Katundu, kita harus menumpang perahu nelayan yang akan masuk ke Pulau Salura. Pagi harinya saya mulai mencari informasi mengenai perahu yang akan berangkat. Kios-kios dan rumah warga disekitar pantai menjadi tempat bertanya. Lagi-lagi pertanyaan yang sama dari warga kembali muncul, “Mas..dari mana?”, “ada tujuan apa mau ke Salura?”. Tentunya masih dengan jawaban yang sama. Ada juga warga yang mengira saya ini Intel. Dihari pertama ini saya gagal mendapatkan tumpangan perahu, walaupun sebenarnya ada beberapa perahu yang masuk ke pulau dihari itu.

Dihari kedua, saya masih berusaha untuk mendapatkan tumpangan. Setelah membuat sarapan pagi, ada seorang bapak yang menghampiri dan menawarkan ikut diperahunya. Penjaga kios juga menawarkan untuk parkir motor ditempatnya. Bapak penjaga kios lalu bercerita kalau orang-orang disekitar pantai ternyata takut dengan kehadiran saya. Mereka berpikir saya ini teroris, sampai-sampai rumah didekat tempat saya tidur mengunci pagarnya rapat-rapat dan tidak mau keluar rumah. Mungkin saja ini penyebab susah mendapatkan perahu dihari pertama kemarin.