1 Kebaikan, Dibalas dengan Berkali Lipat Kebaikan

Penulis: Eva Zakiyah Nurhasanah, 14 September 2022
image
Berkunjung ke rumah warga

Dua bulan terakhir menuju perpulangan patriot kembali ke Mama Kota (Ibu Kota).

Bagaimana perasaanmu sekarang? Bukankah ini bercampur aduk?

Bahagia karena akan segera menggugurkan rindu pada keluarga tercinta yang sudah berlapang dada berjauhan selama setahun ini,

Pun sekaligus kita yang bersedih karena sebentar lagi berpisah dengan keluarga baru di desa penugasan.

Mari kita berkontemplasi perjalanan kita selama sepuluh bulan yang sudah berlalu di sebuah kabupaten atau desa yang sebelumnya tak pernah kita sangka.

Perjalanannya pasti tidak mudah bukan?

Ada saja hal yang membuat kita saling berseteru dengan berbagai alasan, seperti beradu pendapat dalam memilih kendaraan, menentukan hari keberangkatan atau hanya saling pergi untuk merenung sesaat. Pernah gitu gak? Wkwk.

Belum.. belum selesai sampai di situ. Mari kita cek kembali, sepanjang sepuluh bulan ini.. kira-kira yang paling banyak kita dapatkan apa sih?

Kebaikan-kebaikan atau ketidak baikan?

Ayo ngaku! *akui saja dengan dirimu sendiri

Pasti banyakan kebaikan yang kita dapat kan?

Jadi.. yuk berhenti mengeluh dan menggerutu atas apa-apa yang pernah dan sedang menguji kita hingga hari ini. Karena pada kenyataannya lebih banyak kebaikan dan kenikmatan yang kita peroleh dari Allah dibandingkan kesedihan yang kita rasakan.

Gimana perjalanan kesendirianmu di desa penugasan?

Kesepian ga? Pasti gak kan?

Bukankah Allah selalu meramaikan hari-harimu dengan warga kampung yang datang silih berganti juga menorehkan senyuman terbaiknya untukmu?

Bahkan tak jarang, mereka juga datang untuk membawa hasil buminya untukmu.

Tak seberapa memang terlihatnya, tapi.. bukankah ini kenikmatan dan kebahagiaan?

Mari kita bersyukur sebanyak-banyaknya, sesering mungkin hingga kita lupa bagaimana caranya mengeluh.

Satu kebaikan yang kita bawa ternyata membuahkan berkali lipat kebaikan yang bertaburan dalam hari-hari indah kita.

Selamat menghabiskan waktu dengan penuh syukur pada dua bulan terakhir di desa penugasan.

Dariku, yang masih terus berlatih untuk selalu bersyukur setiap waktu.

Papua Barat, 14 September 2022.