Sungai di Malinau Tercemar Limbah Batubara Sudah Biasa?

Penulis: Ida Bagus Yogesvara Qadha, 05 September 2022
image
foto

Bulan Agustus 2022 di Kabupaten Malinau sempat terjadi peristiwa yang membuat sungai di Malinau tercemar limbah pencemaran. Peristiwa itu karena tanggul dari salah satu perusahaan batubara jebol. Apabila diliat dari sejarah kejadian pencemaran Sungai Malinau karena limbah tambang ini bukan kejadian yang pertama. Peristiwa ini juga menyebabkan air Sungai Malinau menjadi keruh berwarna kecoklatan, berlumpur serta meluap, hingga menggenangi kebun-kebun warga, bahkan memutus akses jalan penghubung antar beberapa desa.


Jebolnya tanggul limbah PT **** ini juga berdampak pada pasokan air bersih warga di sebagian Kabupaten Malinau Terganggu. Terutama di Desa Malinau Hulu, Desa Tanjung Keranjang, Desa Malinau Hilir dan Desa Pelita Kanaan di Kecamatan Malinau Barat. Hal ini dikarenakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Malinau berhenti mengoperasionalkan instalasi pengolahan air. Sebab baku mutu air Sungai Malinau yang telah tercemar limbah batubara tersebut tidak memungkinkan untuk diolah menjadi air konsumsi warga.


Kejadian yang kemungkinan bisa terjadi lagi dan tetap berpotensi akan terulang kembali, tentu saja akan semakin mengorbankan ekosistem sungai dan keselamatan warga, demi keberlanjutan bisnis energi kotor ini. Tidak adanya sanksi yang tegas bagi perusahaan yang terlibat dalam pencemaran Sungai Malinau ini, semakin menegaskan bahwa pemerintah, baik pusat maupun daerah, tidak berdaya dihadapan perusahaan-perusahaan tambang batubara ini :)


Benar benar pengalaman yang tak terlupakan buat saya yang hidup serba ada fasilitas di zona nyaman dan pada akhirnya merasakan hampir 1 minggu kesulitan air bersih dan harus mandi di masjid masjid terdekat. Ternyata manusia memang harus bisa cepat beradaptasi dengan segala ketidakpastian. Dan kita juga disadarkan bahwa pentingnya cara mengelola kebutuhan air bersih dan seharusnya bisa merubah pola pikir kita untuk lebih konservatif dalam menjaga stabilitas lingkungan sekitar kita.


So, Simpulkan sendiri menurut kalian masih mau berjuang buat Indonesia ?