Manusia-Manusia yang Tinggal di atas Batu di tengah Laut

Penulis: Okfis Kurniasih, 02 August 2022
image
Manusia-Manusia yang Tinggal diatas Batu ditengah

Batuatas, apa yang kalian pikirkan tentang sebuah kata tersebut ? Mungkin sebuah batu yang terletak diatas apapun itu. Bisa dikatakan Batu yang terletak diatas hamparan laut nan ganas. Batuatas adalah sebuah pulau yang kecil di provinsi Sulawesi Tenggara yang terletak paling selatan di pulau Sulawesi. Apakah Anda pernah menemukan pulau ini di sebuah peta atau google maps ? Mungkin beberapa kali zoom baru akan menemukan pulau kecil ini.

batuatas

Gambar 1. Pulau Batuatas

Pulau ini milik Kabupaten Buton Selatan, dimana satu pulau ini adalah satu kecamatan dengan 7 desa di dalamnya. Nama-nama desa tersebut adalah Tolando Jaya, Batuatas Timur, Batuatas Barat, Batuatas Liwu, Wambongi, Taduasa, dan Wacuala. Ibukota dari Kecamatan Batuatas ini adalah Batuatas Timur yang berdekatan dengan Desa Tolando Jaya, yang menjadikan pembatas kedua desa ini adalah Jalan aspal batuatas. Ketika sedang di tengah-tengah jalan aspal, jadi kirinya Desa Tolando Jaya dan kanan adalah Desa Batuatas Timur. Tiga desa seperti Desa Batuatas Barat, Batuatas Liwu dan Wambongi harus melewati gunung agar sampai ke tujuan 3 desa tersebut yang berdekatan. Sedangkan Wacuala dan Taduasa berdekatan satusama lain. Yang keren itu, kalau mau ke desa Batuatas Liwu melewati jalan Batuatas harus melewati tangga curam dulu baru sampailah ke Desa tersebut.

gb2

Gambar 2. Tampak Pulau Batuatas dari Ketinggian


gb7

Gambar 3. Tangga menuju ke Salah Satu Dusun di Desa Batuatas Liwu

Batuatas bukan daerah pegunungan, melainkan daerah pantai dan kenapa tiga desa tadi harus melewati gunung ? Jika dilihat, pulau ini bisa dikatakan terbuat dari batu sehingga permukaan jalannya tidak rata. Bisa dianggap, jalan menuju ketiga desa tersebut memotong tidak ratanya batu dan disebut warga desa disini adalah jalan menuju ke bukit. Yaps, benar apa adanya bahwa Batuatas ini adalah sebuah batu !!. Tidak ada tanah, adanya Batu. Yang mereka pijak selama ini adalah Batu batu dan Batu, TIDAK ADA TANAH !

Kalian bisa bayangkan bukan kalau tidak ada tanah itu seperti apa keadaan desa tersebut. Hanya ditumbuhi pepohon dan rerumputan yang bisa hidup di batu. Penasaran kan ? Yang bisa ada temui di daerah jalan ke bukit adalah pohon manga, pisang, Petai Cina dan rumput ! Dan ada juga singkong !!. Pohon manga yaa bukan manga yang kalian bayangkan yaa, manga yang enak gituuu, dan pisang pun juga jangan kalian bayangkan pisang yang wow juga. Begitupula dengan singkong yaa, yang terkadang harus nunggu berbulan-bulan ada isinya itupun kecil banget dan terkadang udah nunggu berbula-bulan eh gak ada isinya, jadi warga cuman memanfaatkan sayurnya saja. Tahu kan kalian Petai Cina atau Sambiloto ? Itukan sebenarnya bisa dijadikan makanan untuk contohnya kalau di Sumatra itu botok. Nah kalau di Batuatas itu cuman rumput dan tidak dimakan. Gereget woy !.

gb6

Gambar 4. Jalan Poros Batuatas ke Bukit

Pulau Batuatas ini hanya mengandalkan hasil ikan yang mereka tangkap dilaut mereka sendiri. Itupun kebanyakan, hasil tangkapnya yaa dijual sama warga itu sendiri atau terkadang untuk makanan sehari-hari mereka. Kalau ke Batuatas makan ikan segar terus, ditangkap malam ini, yaa makannya malam ini juga. Yaa bayangkanlah, namanya juga daerah yang tidak ada listriknya yaa jadi kemana mau simpan ikannya ?.

“Bentar-bentar, kalau Batuatas tidak ada tanah ? Jadi, mereka tidak makan sayur ? Apakah mereka makan ikan terus tiap hari ? Terus kalau mereka makan ikan terus tiap hari, misal kalau air laut lagi pasang atau badai pasti tidak ada ikan kan ? Jadi makan apa mereka ?”.

Pasti kalian bertanya-tanya kan seperti itu ? Tunggu di Cerita Patriot selanjutnya yaaa,