Ada Pala di Laonti

Penulis: Almunadi, 11 April 2022
image
Buah Pala

Pada saat pertama sekali tiba di kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan, hal pertama sekali terlihat dimata saya adalah potensi dibidang pertanian yaitu pala dan kelapa. Dalam perjalanan dari dermaga desa Peo Indah menuju ibu kota kecamatan Laonti saya memperhatikan banyak pohon pala milik masyarakat yang tumbuh sepanjang jalan. Saya senang sekali ketika melihat pohon pala ada disini, itu seperti jatuh cinta pada pandangan pertama, karena mengingatkan kampung halaman saya sebagai penghasil Pala terbesar ke dua di Indonesia setelah Maluku.

Banyak masyarakat Indonesia yang belum tahu bentuk dari buah Pala ini, padahal tanaman Pala sendiri sudah tumbuh di Indonesia sejak abad ke 6, dan karena Pala inilah yang memicu bangsa Penjajah menginjak kaki di Nusantara.

Buah Pala berbentuk bulat dan lonjong seperti buah lemon dengan kulit dagingnya berwarna kuning. Didalam daging pala terdapat biji yang dibungkus dengan selaput merah yang disebut dengan fuli/bunga Pala. Biji Pala dan Bunga Pala memiliki nilai jual yang tinggi, sedangkan kulitnya tidak memiliki nilai jual dan dibuang begitu saja. Namun di daerah penghasil Pala lain di Indonesia telah memanfaatkan daging/kulit Pala untuk diolah menjadi sirup, manisan, dodol, selai, permen dan lain-lain, namun di Sulawesi Tenggara belum ada yang mengolahnya.

Pada awal Februari 2022, Saya menghadiri Pameran kebudayaan dan produk UMKM yang diikuti oleh instansi pemerintahan Provinsi Sulawesi Tenggara, Pihak swasta, dan juga semua pemerintah kabupaten dan kota se Sulawesi Tenggara pada acara Hari Pers Nasional (HPN) yang diselenggarakan di lapangan MTQ Kota Kendari. Saya sengaja menghadiri acara ini untuk memastikan apakah di Sulawesi Tenggara sudah ada yang mengolah produk-produk turunan dari Pala atau belum ada yang mengolahnya sama sekali, dan setelah saya keliling di semua Stand tidak ada satupun yang memajang produk turunan dari Pala, padahal di stand dinas pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara terdapat pajangan buah pala dan biji pala yang masih utuh.

Melihat potensi Pala yang ada di Kecamatan Laonti,namun masyarakat hanya menjual biji sama bunga Pala sedangkan kulit pala dibuang begitu saja karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomis. Maka oleh karena itu saya berinisiatif mengumpulkan kulit Pala dan membawanya ke Kota Kendari untuk saya olah menjadi sirup, manisan, dan selai Pala.Whats-App-Image-2022-04-10-at-17-27-03

Sirup dan manisan Pala yang telah saya buat saya berikan kepada teman-teman yang ada di Kendari untuk dicoba rasakan, dan semua yang merasakan memberikan respon positif. Ketika saya kembali ke Laonti saya memperkenalkan sirup Pala dan manisan Pala yang telah saya buat kepada siapa saja yang saya jumpai, dan mereka masyarakat desa sangat terkejut dengan rasa sirup Pala dan manisan Pala yang enak, mereka heran bagaimana bisa kulit pala yang rasanya kecut itu bisa menjadi enak.

Masyarakat desa Peo Indah sangat penasaran bagaiman cara mengolah kulit Pala menjadi sirup dan manisan Pala, dan ada seroang ibu yang biasa menjual minuman dingin di desa Peo Indah kecamatan Laonti mengatakan begini “Mas, rasa sirup palanya enak sekali, ajarin saya cara mengolahnya, tapi jangan diajarin kepada orang lain, cukup ke saya saja, karena saya mau jualan minuman sirup pala nanti”.

Melihat sangat antusias masyarakat ingin diajarkan cara membuat sirup Pala, maka saya juga tambah bersemangat untuk melihat mereka bisa membuat sendiri sirup pala dari kulit pala yang dibuang tersebut.