Bukan pahlawan bukan Malaikat

Penulis: Zarastiana, 23 October 2022
image
Ini mamanya guys

Dua orang tua yang membesarkan 7 anak bukan hal yang sangat mudah jika dipikirkan menggunakan logika namun kedua orang tua ini membersarkan dengan penuh harapan dan kasih yang telah diberikan tuhan pada mereka. Tidak tanggung lima diantaranya sudah menyandang gelar sarjana dan megister sedangkan duanya sedang penempuh pendidikan dibidang Agro teknologi dan program kehutanan. Hubungan anak dan orang tua namanya, tidak dapat dipisahkakn oleh apapun dan sebab akibat kenapa, sangat bertoleransi kepada agama lain dan menghargai keputusan masing-masing dalam mengambil keputusan tentang keyakinan. Pencapaian yang harus diapresiasi dimana anak pertama adalah Khatam Al-Quran di negeri orang. 


Hidup di Sumba yang penuh dengan adat sudah dari bagian kehidupan masyarkat disana dimana adat yang harus membawa hewan seperti kerbau, kuda, babi, anjing dan unggas disetiap acara adat kematian dan kawin mawin atau dikenal dengan Belis namun hal yang bisa bisa dilewati karena mama dengan 7 orang anak ini bilang sekolah lebih penting dari pada saya memberi hewan kepada oranag yang telah meninggal lebih baik saya jual dan hasilnya bisa dikasih pada anak yang lagi jauh merantau menunut ilmu. Semangat yang membara yang terpancar dari rautan muka berumur 58tahun. 


Kebun dan sawah yang sejak dari kecil sampai sekarang sumber penghasilan mulai dari mencukupi betuhan sehari-hari sampai pada sekolah anak tidak ada rasa malu di ketujuh anaknya yang memiliki status pekerjaa petani kepada kedua orang tuanya namun bagian itu adalah salah satu semangat untuk tetap menuntut ilmu di negeri orang.


ini menjadi pengingatku dan mungkin kalian yang membacanya tentang rasa bersyukur atas apa yang telah diberikan-Nya kepada ku dan kalian juga pada saat ini, walau begitu ingat guys tetap mengeluh dan nangis tapi jangan pernah berenti mencoba sampe bisa.